Pembagian Sembako di Madura Disebut Money Politics, Said Abdullah: Salah Alamat

Kompas.com - 27/03/2023, 11:36 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Said Abdullah.DOK. Humas PDIP Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Said Abdullah.

KOMPAS.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Said Abdullah memberikan klarifikasi tentang adanya money politics atau politik uang dalam pemberian bantuan sembako pihaknya kepada kaum miskin di Madura.

“Jadi kalau itu dikesankan (sebagai) money politics tentu salah alamat. Saya perlu sampaikan seterang-terangnya, setiap reses (kegiatan yang dilakukan anggota dewan di luar masa sidang) saya menerima uang reses (kunker) selaku anggota DPR,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (27/3/2023).

Sebelumnya, Said bersama para pengurus cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) se-Madura membagikan paket sembako senilai Rp 175.000 kepada masyarakat Madura.

Bantuan yang sebagian dibagikan dalam bentuk uang tunai ini, khususnya diberikan kepada masyarakat kurang mampu di Madura.

Baca juga: Santri Situbondo Tercebur di Selat Madura Saat Mudik Bersama Menggunakan Kapal

Kegiatan itu pun mendapat respons positif dari para penerima bantuan. Namun, muncul respons negatif dari akun anonim Twitter @PartaiSocmed dengan membuat framing menyudutkan Said telah melakukan money politics, hingga di-tag ke akun resmi milik Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI).

Menurut Said, jumlah bantuan senilai Rp 175.000 paket sembako tersebut masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah total rumah tangga miskin se-Madura.

“Pada kesempatan ini, saya juga perlu menjelaskan ke media massa, seperti framing oleh sebuah akun anonim di media sosial (medsos), kami membagikan uang kepada warga Madura. Saya bersama para pengurus cabang PDI-P se-Madura memang rutin membagikan sembako dan uang kepada fakir miskin,” jelasnya.

Said mengaku bahwa uang yang tersebut memang niat disalurkan sebagai zakat mal, yaitu salah satu jenis zakat yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim. Hal ini sudah rutin ia lakukan setiap tahun sejak 2006.

Baca juga: Nasib Mujur Petugas Kebersihan yang Jujur, Dapat Rezeki Berlimpah Usai Kembalikan Dompet Hotman Paris

Bahkan jika ada rezeki berlebih, ia mengungkapkan keinginan untuk berzakat lebih banyak menjangkau kaum fakir miskin.

Mengamini keinginan Said, banyak netizen terutama yang berasal dari Madura menjelaskan bahwa pembagian zakat mal rutin itu dilakukan Said di Masjid Abdullah Syechan Baghraf. Masjid ini sendiri didirikan secara gotong royong oleh Said Abdullah.

Bagian dari akuntabilitas publik

Said mengatakan, bantuan yang diberikan kepada masyarakat Madura dalam bentuk sembako tersebut merupakan bagian dari akuntabilitas publik.

“(Bantuan) itu bagian dari akuntabilitas publik yang harus saya lakukan, sehingga saya kabarkan ke media juga. Di luar itu saya ini muslim, saya diwajibkan untuk zakat,” ucapnya.

Baca juga: Gibran Beri Komentar Tak Terduga Usai Chef Arnold, Tretan Muslim, dan Coki Pardede Datangi Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

Oleh karenanya, Said menunaikan zakat tersebut bersama pada kader PDI-P se-Madura dan sekaligus mengajak para kepala desa (kades) sebagai penunjuk kawasan sentra kemiskinan ekstrim warganya.

“Kenapa (bantuan tersebut) ada logo PDI-P? Sebab, sebagian kader bergotong-royong dan itu juga diniatkan zakat mal. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pembagian sembako di atas,” imbuhnya.

Said menegaskan, kegiatan tersebut juga lakukan di luar masa kampanye yang diatur oleh KPU.

“Jadi jangan digiring ke arah sana (money politic). Saya sangat paham apa yang harus kami patuhi sebagai calon legislatif (caleg) selama masa kampanye. Jangankan masa kampanye, caleg saja saat ini belum ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU),” jelas Said dengan tegas.

Baca juga: Verifikasi Ulang, Ini Tahapan yang Akan Dilalui Prima di KPU

Menanggapi lebih lanjut kelakukan akun anonim tersebut, ia mengungkapkan, pihaknya kemungkinan akan menempuh jalur hukum.

Apalagi, akun itu menggiring seolah kegiatan yang dilakukan Said melanggar hukum.

“Kami akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap akun yang tidak bertanggung jawab, bersembunyi di balik anonimitas, tetapi melempar kotoran kepada orang lain. Ini bulan puasa, harusnya saling memberi berkah kepada sesama bukan menebar fitnah,” ucapnya.

Terkini Lainnya
Ekonomi Dunia Bergejolak, Said Abdullah Dorong Pemerintah Bergerak di WTO dan Dalam Negeri
Ekonomi Dunia Bergejolak, Said Abdullah Dorong Pemerintah Bergerak di WTO dan Dalam Negeri
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah Bagikan Paket Lebaran kepada WBP Rutan Kelas IIB Sumenep
Said Abdullah Bagikan Paket Lebaran kepada WBP Rutan Kelas IIB Sumenep
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Hadapi Gejolak Pasar Saham, Said Abdullah Usulkan Strategi Komunikasi hingga Kolaborasi Internasional
Hadapi Gejolak Pasar Saham, Said Abdullah Usulkan Strategi Komunikasi hingga Kolaborasi Internasional
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Soal Gugatan Ketum Parpol di MK, Said Abdullah: Pengakuan dari Negara untuk Hormati Parpol
Soal Gugatan Ketum Parpol di MK, Said Abdullah: Pengakuan dari Negara untuk Hormati Parpol
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai dengan Strategi Inklusif
Said Abdullah Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai dengan Strategi Inklusif
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Soal Isu Kelangkaan LPG 3 Kg, Ini 5 Saran Said Abdullah
Soal Isu Kelangkaan LPG 3 Kg, Ini 5 Saran Said Abdullah
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
PDI-P Tetap di Luar Pemerintahan Meski Mega dan Prabowo Bertemu, Said Abdullah: Bukan Politik Dagang Sapi
PDI-P Tetap di Luar Pemerintahan Meski Mega dan Prabowo Bertemu, Said Abdullah: Bukan Politik Dagang Sapi
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
HUT PDI-P, Said Abdullah Paparkan 2 Pesan Megawati Soekarnoputri
HUT PDI-P, Said Abdullah Paparkan 2 Pesan Megawati Soekarnoputri
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Dituding Lakukan Politik Uang di Sumenep, Said Abdullah: Itu Sesat Pikir
Dituding Lakukan Politik Uang di Sumenep, Said Abdullah: Itu Sesat Pikir
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,1 persen pada 2025, Said Abdullah Paparkan 6 Tantangannya
Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,1 persen pada 2025, Said Abdullah Paparkan 6 Tantangannya
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah Ungkap Cara Tingkatkan Kontribusi Koperasi ke Ekonomi Nasional
Said Abdullah Ungkap Cara Tingkatkan Kontribusi Koperasi ke Ekonomi Nasional
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Hasto Tersangka KPK, Said Abdullah: Semoga Tidak Jadi Pengadilan Opini
Hasto Tersangka KPK, Said Abdullah: Semoga Tidak Jadi Pengadilan Opini
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Parpol Saling Kritik soal PPN 12 Persen, Said Abdullah Jelaskan Awal Mula Penyusunan UU HPP
Parpol Saling Kritik soal PPN 12 Persen, Said Abdullah Jelaskan Awal Mula Penyusunan UU HPP
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah: Pemerintah Perlu Siapkan Mitigasi Komprehensif Dampak Kenaikan PPN 12 Persen
Said Abdullah: Pemerintah Perlu Siapkan Mitigasi Komprehensif Dampak Kenaikan PPN 12 Persen
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Rapat dengan 7 Menko, Said Abdullah Dukung Rencana Anggaran yang Disampaikan
Rapat dengan 7 Menko, Said Abdullah Dukung Rencana Anggaran yang Disampaikan
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Bagikan artikel ini melalui
Oke