KOMPAS.com - Anggota DPD RI atau Senator Jakarta Fahira Idris mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta menghentikan sementara uji coba pengoperasian fasilitas pengolahan sampah berteknologi refuse derived fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara.
Penghentian itu terjadi setelah adanya keluhan dari warga sekitar mengenai dampak negatif dari fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Fahira mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus mengedepankan aspirasi dan kepentingan warga untuk menghentikan sementara uji coba pengoperasioan RDF Rorotan
“Itu adalah langkah tepat dan cepat bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi RDF. Intinya, apa pun kebijakan pembangunan pemerintah, kepentingan warga harus yang didahulukan dan ini dipraktikkan dengan baik oleh Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya melalui siaran persnya, Selasa (25/3/2025).
Baca juga: Pemprov Jakarta Salurkan Bansos KLJ, KAJ dan KPDJ untuk 219.252 Penerima
Menurut Fahira, kebijakan penghentian sementara RDF menandakan Pemprov DKI Jakarta benar-benar mendengarkan aspirasi warga dan bertindak cepat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.
Dirinya juga mengapresiasi langkah-langkah konkret yang diambil oleh Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi dampak dari RDF Rorotan.
Sejumlah langkah itu, mulai dari pemasangan alat pemantau kualitas udara untuk monitoring real-time, pemasangan deodorizer guna menetralisasi bau di sekitar RDF, hingga evaluasi operasional RDF plant agar lebih ramah lingkungan.
"Dengan adanya penghentian sementara ini, pemerintah bisa menggunakan waktu untuk mengevaluasi dan membangun kembali dialog dengan warga yang terdampak untuk menemukan solusi terbaik," ucapnya.
Baca juga: Ketua DPRD Minta Pendatang Tak Bebani Pemprov Jakarta
Fahira berharap, pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan terus menjadi prioritas utama Pemprov DKI Jakarta.
"Efisien dan berkelanjutan artinya mencegah pencemaran udara dan melindungi kesehatan warga, memastikan pengelolaan sampah yang lebih efisien, dan menjaga keseimbangan lingkungan dengan regulasi yang lebih ketat," ucapnya.
Selain itu, menurutnya, Pemprov DKI Jakarta juga harus memperkuat strategi pengelolaan sampah dengan mengoptimalkan dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak guna menemukan solusi jangka panjang bagi sistem pengolahan sampah di Jakarta.
Fahira menegaskan, semua pihak harus terus mencari solusi terbaik dalam pengelolaan sampah yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman bagi lingkungan dan masyarakat.
"Saya berharap penghentian sementara ini bisa dimanfaatkan untuk mengevaluasi RDF Rorotan untuk menemukan solusi terbaik," harapnya.
Baca juga: Pemprov Jakarta Bakal Prioritaskan Revitalisasi Puskesmas di Kamal Jakbar