KOMPAS.com - Banyak makna yang bisa dipetik dari perayaan Idul Fitri. Dalam skala pribadi, Idul Fitri merupakan momentum untuk meneguhkan komitmen agar diri terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, sabar, peduli, dan bertakwa.
Sementara, dalam skala yang lebih luas, Idul Fitri merupakan momentum untuk meningkatkan komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan.
Tak hanya itu, Idul Fitri juga jadi waktu yang tepat untuk memperkuat persaudaraan dan komitmen demi kontribusi nyata membangun bangsa yang lebih maju serta bermartabat.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Dapil Daerah Khusus Jakarta Fahira Idris mengatakan, selain memperkuat persaudaraan, Idul Fitri juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepedulian sosial.
Sementara itu, Ramadhan mengajarkan arti berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Semangat berbagi ini diharapkan tetap hidup dan bahkan semakin ditingkatkan setelah Ramadhan usai.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama, terutama bagi yang kurang beruntung, adalah bagian dari nilai kemanusiaan yang harus senantiasa dirawat.
Baca juga: Pramono Bebaskan Pajak Bumi dan Bangunan, Fahira Idris Sebut Bantu Kelas Menengah
Lalu, sikap saling membantu dan memperhatikan kebutuhan orang lain juga jadi salah satu cara untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera.
“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa ini, kepedulian sosial menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Semangat Idul Fitri tidak hanya menandai kemenangan secara personal, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya meningkatkan kepekaan terhadap kondisi sekitar,” ujar Fahira dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/3/2025).
Fahira menambahkan, sikap saling membantu dan berbagi juga penting karena dapat meringankan beban sesama serta mempererat ikatan sosial dalam masyarakat.
Maka dari itu, Fahira berharap, Idul Fitri dapat menjadi momentum kebangkitan bagi semua kalangan masyarakat dan bangsa.
Bagi Fahira, setiap individu memiliki peran dalam memperkuat solidaritas sosial karena kesejahteraan bersama hanya dapat tercapai apabila kesenjangan yang menghambat kemajuan dapat diatasi.
“Saya juga berharap, Idul Fitri bisa menjadi momentum refleksi atas kontribusi terhadap lingkungan sosial dan semoga semua langkah ke depan dapat memberikan dampak yang lebih besar,” katanya.
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia membutuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan tekad untuk membangun negeri ini menjadi lebih sejahtera.
Idul Fitri dinilai jadi momentum yang pas karena menawarkan kesempatan bagi semua pihak untuk merefleksikan peran dan kontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, penuh keberkahan, serta harmonis.
Dengan menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari selama Ramadhan, Fahira menilai semua pihak bisa turut serta dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berlandaskan nilai-nilai moral yang kuat.
“Dengan menanamkan semangat kebersamaan dan kepedulian, perubahan positif dapat kita wujudkan. Tugas besar kita bersama adalah memastikan tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan bangsa ini menuju kemajuan. Semoga semangat Idul Fitri selalu menyertai langkah kita dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan bermanfaat,” terang Fahira.
Baca juga: RDF Rorotan Dihentikan Sementara, Fahira Idris: Langkah Tepat bagi Pemprov DKI Jakarta