Rekonsiliasi Airlangga dan Bamsoet untuk Golkar Muncul Tanpa Syarat

Kompas.com - Minggu, 29 September 2019
Rekonsiliasi Airlangga dan Bamsoet untuk Golkar Muncul Tanpa SyaratKOMPAS.com/IhsanuddinKetua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan, rekonsiliasi dirinya dan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo tak bersyarat.

Ia pun menegaskan, tak pernah ada pembahasan soal bagi-bagi kekuasaan pada pertemuan Jumat (27/9/2019) lalu.

Rekonsiliasi dua tokoh itu merupakan salah satu bagian dari dukungan Partai Golkar agar situasi politik di Tanah Air tak bertambah panas.

Airlangga menyatakan, Golkar siap untuk terus menerus mendukung dan mengamankan agenda kenegaraan dengan membaiknya kondisi internal Partai Golkar saat ini.

"Termasuk pelantikan anggota DPR RI dan MPR RI pada 1 Oktober nanti. Terkait dengan pemilihan, baik itu di DPR mau pun di MPR, tentunya ini juga menjadi bagian dari konsolidasi Partai Golkar,” kata Airlangga dalam pernyataan tertulis, Minggu (29/9/2019).

Golkar dukung kepentingan nasional

Airlangga tak menyebut tentang adanya kemungkinan pembagian kekuasaan dengan Bamsoet.

Namun demikian, ia secara menegaskan akan mendukung potensi seluruh kader Partai Golkar yang ada saat ini.

Apalagi, sejumlah kader muda Golkar dari berbagai daerah siap menjadi pemimpin di parlemen.

“Tentunya Partai Golkar dengan support dari kader partai seluruhnya, dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Pulau Rote, kami akan bersama-sama dengan anggota koalisi yang lain mendukung pemerintah. Di tengah situasi seperti ini maka Golkar harus menunjukkan ketenangan berpolitik. Kami mementingkan kepentingan nasional, kepentingan Republik Indonesia,” ujar Airlangga.

Lewat rekonsiliasi dan konsolidasi itu, Airlangga berharap Golkar terus merapatkan barisan untuk menghadapi sejumlah persoalan di Indonesia.

Utamanya, ia melanjutkan, menghadapi peristiwa genting, seperti yang terjadi pada akhir-akhir ini.

Partai Golkar solid

Bambang Soesatyo (Bamsoet) pun sepakat dengan kebijakan Ketua Umum Golkar.

“Saya mengambil keputusan hari ini dan menyatakan menghilangkan perbedaan, menghilangkan persaingan dan membangun narasi yang sama di Partai Golkar. Saya bersama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto saling memahami bila kami berdua kompak maka persoalan apa pun yang dihadapi partai kami bisa diselesaikan,” kata Bamsoet, Jumat (27/9/2019) lalu.

Ia pun menegaskan mendukung Airlangga untuk melanjutkan kepemimpinan untuk periode 2019-2024.

“Untuk itu, saya menyampaikan pada ketua umum Airlangga Hartarto, bahwa saya tetap mendukung beliau menjadi ketua umum pada Munas Desember mendatang,” ucap Bamsoet.

Pernyataan Bamsoet ini langsung direspon dengan positif oleh Airlangga.

Kedua politisi itu yakin jika persatuan di antara mereka terwujud, bukan hanya Golkar yang makin kuat, namun juga bangsa Indonesia.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).KOMPAS.com/Haryantipuspasari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Rekonsiliasi itu tentunya bisa terjadi tanpa harus menonjolkan kepentingan dan agenda masing-masing.

“Ini merupakan sebuah situasi yang membanggakan karena dengan statement dari Pak Bambang Soesatyo, bahwa Partai Golkar memilih untuk konsolidasi internal di tengah situasi politik yang kurang kondusif,” ujar Airlangga.

Menteri Perindustrian itu bersyukur apabila Bamsoet beserta para pendukungnya bisa berlapang dada menerima apa pun hasil rekonsiliasi dan konsolidasi yang mereka lakukan untuk Golkar.

“Terima kasih pada Pak Bambang Soesatyo dan para pendukungnya. Kami akan merajut persatuan dan kesatuan, persaudaran dan persahabatan di antara kami. Maju terus Partai Golkar, maju terus bangsaku tercinta,” katanya.

EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Golkar Kecam dan Kutuk Keras Penusukan Menkopolhukam
Golkar Kecam dan Kutuk Keras Penusukan Menkopolhukam
Golkar Membangun Indonesia
Deteksi Dini Ancaman Terorisme di Setiap Daerah Mesti Diperkuat
Deteksi Dini Ancaman Terorisme di Setiap Daerah Mesti Diperkuat
Golkar Membangun Indonesia
Bamsoet Jadi Ketua MPR RI Lewat Musyawarah Mufakat
Bamsoet Jadi Ketua MPR RI Lewat Musyawarah Mufakat
Golkar Membangun Indonesia
Golkar Ingin Kader Muda dan Perempuan Berperan dalam Alat Kelengkapan Dewan
Golkar Ingin Kader Muda dan Perempuan Berperan dalam Alat Kelengkapan Dewan
Golkar Membangun Indonesia
Aziz Syamsuddin, Semangat Baru Golkar di Kursi Pimpinan DPR RI
Aziz Syamsuddin, Semangat Baru Golkar di Kursi Pimpinan DPR RI
Golkar Membangun Indonesia
Azis Syamsudin Berpotensi Jabat Wakil Ketua DPR RI 2019-2024
Azis Syamsudin Berpotensi Jabat Wakil Ketua DPR RI 2019-2024
Golkar Membangun Indonesia
Prihatin dengan Demonstrasi Ricuh, Ormas Tri Karya Setuju Airlangga Dukung Presiden RI Terpilih
Prihatin dengan Demonstrasi Ricuh, Ormas Tri Karya Setuju Airlangga Dukung Presiden RI Terpilih
Golkar Membangun Indonesia
Airlangga: Golkar Siap Jadi Benteng Jokowi
Airlangga: Golkar Siap Jadi Benteng Jokowi
Golkar Membangun Indonesia
Rekonsiliasi Airlangga dan Bamsoet untuk Golkar Muncul Tanpa Syarat
Rekonsiliasi Airlangga dan Bamsoet untuk Golkar Muncul Tanpa Syarat
Golkar Membangun Indonesia
Konsolidasi Airlangga dan Bamsoet Bukti Kematangan Partai Golkar
Konsolidasi Airlangga dan Bamsoet Bukti Kematangan Partai Golkar
Golkar Membangun Indonesia
Adies Kadir: Fraksi Partai Golkar Tolak Pengesahan RUU pada Masa Transisi Anggota DPR RI
Adies Kadir: Fraksi Partai Golkar Tolak Pengesahan RUU pada Masa Transisi Anggota DPR RI
Golkar Membangun Indonesia
Ini Kriteria Pimpinan MPR Masa Depan
Ini Kriteria Pimpinan MPR Masa Depan
Golkar Membangun Indonesia
Politisi Muda Golkar Ini Prihatin Demo Pelajar Berujung Ricuh
Politisi Muda Golkar Ini Prihatin Demo Pelajar Berujung Ricuh
Golkar Membangun Indonesia
Politisi Muda Visioner Cocok Pimpin MPR RI
Politisi Muda Visioner Cocok Pimpin MPR RI
Golkar Membangun Indonesia
Golkar Dukung Sikap Pemerintah untuk Menunda Pembahasan RUU KUHP
Golkar Dukung Sikap Pemerintah untuk Menunda Pembahasan RUU KUHP
Golkar Membangun Indonesia