Ekonomi Indonesia Tumbuh Berkualitas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Kompas.com - Jumat, 8 November 2019
Ekonomi Indonesia Tumbuh Berkualitas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi GlobalKOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGA

KOMPAS.com - Ekonomi Indonesia mampu tumbuh berkualitas di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2019 yakni 5,02 persen ( year on year).

Angka tersebut melambat dibandingkan triwulan II 2019 dan triwulan III 2018, yang tumbuh masing-masing 5,05 persen (year on year) dan 5,17 persen (year on year).

“Meski terjadi perlambatan, pencapaian ini masih lebih baik dibandingkan beberapa negara peer lainnya di ASEAN di antaranya Malaysia, Thailand, dan Singapura,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (8/11/2019) dalam pernyataan tertulis, Jumat (8/11/2019).

Baca juga: Chatib Basri Beberkan Kunci Ekonomi RI Tetap Tumbuh di Atas 5 Persen

Perlambatan ekonomi global, Airlangga melanjutkan, merupakan tantangan yang saat ini dihadapi oleh seluruh negara di dunia.

Berpijak pada realitas tersebut, pemerintah mesti berfokus pada daya tahan perekonomian Indonesia menghadapi perlambatan ekonomi global.

“Sebenarnya, kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2019 cukup baik secara fundamental karena banyak negara justru mengalami perlambatan ekonomi yang lebih dalam, misalnya Cina, Amerika Serikat, dan Uni Eropa,” katanya.

IMF dalam laporannya periode Oktober 2019 kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan global 2019, dari 3,5 persen pada laporannya per Januari 2019 turun menjadi 3,3 persen pada April 2019.

Lembaga Moneter Internasional pun kembali merevisi hingga ekonomi global tahun ini diperkirakan hanya tumbuh 3,0 persen dalam laporannya per Oktober 2019.

Bank Dunia pun memprediksi pertumbuhan ekonomi global 2,9 persen (year on year) dalam laporannya per Januari 2019.

Perkiraan itu pun menurun menjadi 2,6 persen dalam laporan Bank Dunia pada Juni 2019.

Lapangan kerja bertahan

Airlangga menjelaskan, kinerja ekonomi Indonesia yang relatif baik terefleksi dari berlanjutnya tren penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

BPS melaporkan, TPT per Agustus 2015 sebesar 6,18 persen, lalu TPT per Agustus 2017 sebesar 5,50 persen. Angka tersebut kembali turun menjadi 5,34 persen pada Agustus 2018. Data termutakhir yang dicatat BPS yakni 5,28 persen per Agustus 2019.

“Pencapaian ini merupakan sesuatu hal yang luar biasa. Karena di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang dan konflik geopolitik, perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh berkualitas dan stabil melalui penciptaan lapangan-lapangan kerja baru, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ketidakpastian perekonomian global masih terjadi, ia melanjutkan, karena perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China masih berlanjut.

Selain itu, imbuh dia, terjadi tren penurunan harga berbagai komoditas.

Ilustrasi batubara.Shutterstock/Vladyslav Trenikhin Ilustrasi batubara.

Ketidakpastian global kian meningkat lantaran diikuti dengan ketidakpastian geopolitik dunia, seperti proses keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa (Brexit), ketegangan politik Korea Selatan dan Jepang, serta konflik Turki dengan Suriah.

“Ketidakpastian tersebut telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi dunia melambat. Sementara itu, kebijakan moneter di berbagai negara secara bertahap mulai dilonggarkan,” kata Airlangga.

Pelonggaran tersebut, ia melanjutkan, dilakukan melalui penurunan suku bunga dan atau mulai kembali melakukan kebijakan quantitave easing (non-conventional monetary policy) bila suku bunga kebijakannya telah menyentuh level 0 persen atau bahkan negatif.

“Pemerintah sedang berupaya untuk mendorong pertumbuhan melalui, debottlenecking perijinan melalui Omnibus cipta kerja, penyusunan prioritas investasi dan menyiapkan kartu pra kerja agar tenaga kerja lebih terampil untuk mengisi tantangan investasi,” ujar dia.

EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Meutya Hafid: RUU Cipta Kerja Penting untuk Infrastruktur Telekomunikasi Merata dan Terjangkau
Meutya Hafid: RUU Cipta Kerja Penting untuk Infrastruktur Telekomunikasi Merata dan Terjangkau
Golkar Membangun Indonesia
Golkar Bagikan 1,2 Juta Paket Sembako, Airlangga Minta Kader Terus Bantu Ringankan Beban Warga
Golkar Bagikan 1,2 Juta Paket Sembako, Airlangga Minta Kader Terus Bantu Ringankan Beban Warga
Golkar Membangun Indonesia
Ini Alasan Kartu Prakerja jadi Salah Satu Solusi Terbaik Atasi Dampak Covid-19
Ini Alasan Kartu Prakerja jadi Salah Satu Solusi Terbaik Atasi Dampak Covid-19
Golkar Membangun Indonesia
Program Kartu Prakerja Terbukti Menolong Masyarakat Terdampak Covid-19
Program Kartu Prakerja Terbukti Menolong Masyarakat Terdampak Covid-19
Golkar Membangun Indonesia
Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Hampir Pasti Aklamasi
Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Hampir Pasti Aklamasi
Golkar Membangun Indonesia
Munas Golkar, Tim Sukses Airlanggga Hartarto Tak Mau Gegabah
Munas Golkar, Tim Sukses Airlanggga Hartarto Tak Mau Gegabah
Golkar Membangun Indonesia
Airlangga Jaring Aspirasi Pengurus DPD Golkar se-Indonesia Timur
Airlangga Jaring Aspirasi Pengurus DPD Golkar se-Indonesia Timur
Golkar Membangun Indonesia
Komite Pemilihan Ketua Umum Golkar Terima Berkas Pendaftar Pertama
Komite Pemilihan Ketua Umum Golkar Terima Berkas Pendaftar Pertama
Golkar Membangun Indonesia
Mekeng Optimistis Munas Golkar Lancar
Mekeng Optimistis Munas Golkar Lancar
Golkar Membangun Indonesia
Airlangga Ajak Kader Golkar Jadi Garda Terdepan Program Pemerintah
Airlangga Ajak Kader Golkar Jadi Garda Terdepan Program Pemerintah
Golkar Membangun Indonesia
Pendaftaran Calon Ketua Umum Golkar Dibuka Mulai Besok
Pendaftaran Calon Ketua Umum Golkar Dibuka Mulai Besok
Golkar Membangun Indonesia
Ace Hasan Bantah Tudingan Panitia Munas Golkar Tak Netral
Ace Hasan Bantah Tudingan Panitia Munas Golkar Tak Netral
Golkar Membangun Indonesia
Jokowi Faktor Kunci Pemilihan Ketua Umum Golkar 2019-2024
Jokowi Faktor Kunci Pemilihan Ketua Umum Golkar 2019-2024
Golkar Membangun Indonesia
Pilkada Serentak 2020, Airlangga Prioritaskan Ketua DPD Golkar
Pilkada Serentak 2020, Airlangga Prioritaskan Ketua DPD Golkar
Golkar Membangun Indonesia
Nurul Arifin: Airlangga Sudah Buktikan Dirinya sebagai
Nurul Arifin: Airlangga Sudah Buktikan Dirinya sebagai "Leader"
Golkar Membangun Indonesia