Aklamasi Terjadi Bila Airlangga Didukung Mayoritas Kader Golkar

Kompas.com - Rabu, 13 November 2019
Aklamasi Terjadi Bila Airlangga Didukung Mayoritas Kader GolkarKOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGKetua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto berbincang bersama Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid saat pembuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017). Rapimnas tersebut merupakan kelanjutan dari rapat pleno pada Rabu (13/12/2017) yang telah memilih Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto sebagai pengisi jabatan lowong.

KOMPAS.comKetua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Nurdin Halid, mengatakan musyawarah untuk mufakat dalam memilih ketua umum bukan hal tabu di Partai Golkar.

Sesuai aturan dalam Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, imbuh dia, aklamasi memang dimungkinkan.

“Syaratnya adalah seorang bakal calon yang maju harus mampu mengumpulkan surat dukungan Sebanyak 50 persen plus 1. Jika sudah demikian maka calon tersebut sudah layak untuk dinyatakan sebagai ketua umum secara aklamasi,” kata Nurdin dalam pernyataan tertulis, Rabu (13/11/2019).

Dari sejumlah bakal calon, Nurdin melihat Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sudah melakukan sejumlah sosialisasi untuk mendapatkan dukungan anggota.

Baca juga: Meutya Hafid: Golkar Dorong Munas Capai Musyawarah Mufakat

“Jika beliau mampu mengumpulkan syarat tersebut, maka saya yakin beliau pasti terpilih kembali,” kata mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Menurut dia, aturan serupa juga berlaku di organisasi lain. Nurdin pun mencontohkan saat pelaksanaan Munas Dewan Koperasi (Dekopin) Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/11/2019).

"Kalau di sini bisa aklamasi (Munas Dekopin) kenapa di Golkar tidak bisa aklamasi," ujarnya.

Ia pun menilai, manuver sejumlah calon yang juga menginginkan untuk maju di Munas Partai Golkar masih dalam taraf wajar.

“Silahkan saja, siapa pun kader Golkar yang memenuhi syarat untuk maju. Tentunya juga harus memiliki dukungan yang diperlukan. Tapi kalau nanti sudah ada bakal calon yang sudah mengumpulkan dukungan 50 persen plus 1 maka dia yang bisa menang,” kata dia.

Ketua Umum Partai Golkar bersama seluruh Dewan Pimpinan Pusat menggelar Rapat Pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua Umum Partai Golkar bersama seluruh Dewan Pimpinan Pusat menggelar Rapat Pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019).

Meski pun demikian, Nurdin menilai usaha untuk mengumpulkan surat dukungan hingga 50 persen plus 1 bukan perkara gampang.

“Itu sulit, namun bukan tidak mungkin. Tinggal sekarang bagaimana usahanya mewujudkan itu,” ucap Nurdin.

Kerja nyata

Ia berpendapat, butuh usaha sangat keras agar bisa memenuhi persyaratan agar menang aklamasi tersebut.

Selain konsolidasi yang kuat, lanjut dia, bakal calon ketua harus memiliki visi dan misi besar yang bisa diterima oleh para anggota yang memiliki hak suara di Munas Golkar.

Kerasnya persaingan itu, imbuh Nurdin, berpotensi menimbulkan konflik antar bakal calon ketua.

"Politik itu dinamis, sikut menyikut dalam politik itu hal normal begitupun saling mengklaim. Itulah dinamikanya partai politik, kalau tidak begitu, tidak dinamis namanya. Intinya, pasti berujung pada putusan semuanya dan stakeholdernya pasti menerima itu," ucapnya.

Nurdin juga mengingatkan, seluruh kader Golkar mesti menjunjung demokrasi dalam memilih ketua umum.

"Boleh saja bersaing, tapi demokrasi Pancasila harus mewarnai demokrasi dari pada kehidupan partai politik. Golkar paling pengalaman soal itu," katanya.

EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Hampir Pasti Aklamasi
Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Hampir Pasti Aklamasi
Golkar Membangun Indonesia
Munas Golkar, Tim Sukses Airlanggga Hartarto Tak Mau Gegabah
Munas Golkar, Tim Sukses Airlanggga Hartarto Tak Mau Gegabah
Golkar Membangun Indonesia
Airlangga Jaring Aspirasi Pengurus DPD Golkar se-Indonesia Timur
Airlangga Jaring Aspirasi Pengurus DPD Golkar se-Indonesia Timur
Golkar Membangun Indonesia
Komite Pemilihan Ketua Umum Golkar Terima Berkas Pendaftar Pertama
Komite Pemilihan Ketua Umum Golkar Terima Berkas Pendaftar Pertama
Golkar Membangun Indonesia
Mekeng Optimistis Munas Golkar Lancar
Mekeng Optimistis Munas Golkar Lancar
Golkar Membangun Indonesia
Airlangga Ajak Kader Golkar Jadi Garda Terdepan Program Pemerintah
Airlangga Ajak Kader Golkar Jadi Garda Terdepan Program Pemerintah
Golkar Membangun Indonesia
Pendaftaran Calon Ketua Umum Golkar Dibuka Mulai Besok
Pendaftaran Calon Ketua Umum Golkar Dibuka Mulai Besok
Golkar Membangun Indonesia
Ace Hasan Bantah Tudingan Panitia Munas Golkar Tak Netral
Ace Hasan Bantah Tudingan Panitia Munas Golkar Tak Netral
Golkar Membangun Indonesia
Jokowi Faktor Kunci Pemilihan Ketua Umum Golkar 2019-2024
Jokowi Faktor Kunci Pemilihan Ketua Umum Golkar 2019-2024
Golkar Membangun Indonesia
Pilkada Serentak 2020, Airlangga Prioritaskan Ketua DPD Golkar
Pilkada Serentak 2020, Airlangga Prioritaskan Ketua DPD Golkar
Golkar Membangun Indonesia
Nurul Arifin: Airlangga Sudah Buktikan Dirinya sebagai
Nurul Arifin: Airlangga Sudah Buktikan Dirinya sebagai "Leader"
Golkar Membangun Indonesia
Hampir Seluruh Pengurus DPD Ingin Airlangga Kembali Pimpin Golkar
Hampir Seluruh Pengurus DPD Ingin Airlangga Kembali Pimpin Golkar
Golkar Membangun Indonesia
Mayoritas Peserta Rapimnas Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan
Mayoritas Peserta Rapimnas Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan
Golkar Membangun Indonesia
Munas Golkar Bakal Digelar Mulai 3 Desember 2019
Munas Golkar Bakal Digelar Mulai 3 Desember 2019
Golkar Membangun Indonesia
Musyawarah Mufakat Bagian dari Kehidupan Berdemokrasi
Musyawarah Mufakat Bagian dari Kehidupan Berdemokrasi
Golkar Membangun Indonesia