Dorong "Cost" Digitalisasi Murah, Airlangga Ingin Harga Smartphone Makin Terjangkau

Mikhael Gewati
Kompas.com - Selasa, 30 Juni 2020
Dorong Dok. Humas Kemenko PerekonomianMenko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan rapat koordinasi Komite Pembiayaan UMKM lewat video conference, Rabu (8/4/2020)

KOMPAS.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan mendorong cost atau biaya digitalisasi semakin murah.

“Harga dari smartphone juga diharapkan akan lebih terjangkau, dengan demikian lebih banyak lagi orang yang bisa menggunakan smartphone," papar Airlangga saat konfrensi pers Peluncuran Program Dukungan UMKM Indonesia GrabForGood 2020, di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Tujuannya, kata dia, agar lebih banyak masyarakat Indonesia yang melek digital sehingga ke depan bisa dimanfaatkan untuk pemerataan ekonomi lewat e-commerce.

Bukan tanpa alasan Airlangga mengatakan itu, sebab masih ada kelompok masyarakat yang belum dapat mengakses atau memanfaatkan layanan digital.

Baca juga: Menkominfo Minta Tambahan Anggaran untuk Percepat Digitalisasi Nasional

Padahal, kata Airlangga, transformasi digital merupakan suatu keharusan. Apalagi di masa pandemi ini, migrasi dari offline ke online adalah sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat.

“Berbagai negara pun mendorong digitalisasi ekonomi agar tidak ketinggalan," tutur Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Partai Golkar.

Untuk itu, Arilangga mengatakan pandemi Covid-19 mestinya menjadi momentum bagi pemerintah dalam mempercepat transformasi digital.

Apalagi selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), infrastruktur dan layanan digital terbukti menjadi tulang punggung bagi berbagai kegiatan produktif.

"Misalnya, bekerja berjualan dan belajar dari rumah," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Menko Airlangga: 10 Juta Orang Butuh Lapangan Pekerjaan

Terkait dengan transformasi digital, Airlangga menyebutkan, tidak saja meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tapi juga mendorong inklusivitas.

Menurutnya, pemerintah pun berkomitmen menciptakan lingkungan usaha yang nyaman bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berbisnis secara online.

Maka dari itu, pendampingan dan pelatihan secara konsisten dan berkelanjutan diperlukan UMKM agar dapat bertahan dan berkembang dalam ekosistem digital.

"Tentu dengan digitalisasi, jumlah rantai pasokan akan semakin berkurang sehingga akan tercapai efisiensi. Seperti warung sembako berbasis online, ini juga harus diapresiasi dan kita berharap akan makin banyak yang serupa," terangnya.

Rp 695 triliun untuk tangani Covid-19

Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 yang melanda 216 negara di dunia telah memberikan tekanan pada perekonomian.

Sebagai upaya penanganannya, Pemerintah Republik Indonesia (RI) sudah menyiapkan dana sekitar Rp 695 triliun. Rinciannya adalah Rp 87,5 trililun untuk penanganan kesehatan dan Rp 607,5 triliun buat pemulihan ekonomi nasional.

Pemerintah pun terus mengawal masa transisi PSBB menuju tatanan kenormalan baru agar penyebaran second wave atau gelombang kedua Covid-19 tidak terjadi, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga: Pencairan Anggaran Covid-19 Masih Kecil, Sri Mulyani Tak Salahkan Kemenkes

"Pemerintah mempersiapkan agar situasi new normal ini bisa dioptimalkan antara pencegahan penyebaran virus (safeguard our lives) dan penyelamatan perekonomian (safeguard our livelihoods)," katanya.

Para pemimpin negara di ASEAN juga menyepakati bahwa untuk menghentikan pandemi Covid-19 ini perlu dilakukan kerja sama untuk penemuan vaksin dan diharapkan menjadi public goods atau tersedia untuk kemanusiaan.

"Indonesia sendiri sudah mengeluarkan Super Deduction Tax 300 persen untuk mendorong kegiatan penemuan vaksin tersebut," tegas Airlangga Hartarto.

PenulisMikhael Gewati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah untuk Cegah Perekonomian RI Minus pada Akhir Tahun
Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah untuk Cegah Perekonomian RI Minus pada Akhir Tahun
Golkar Membangun Indonesia
Penyaluran KUR Naik Signifikan sejak “New Normal”, Airlangga Harap Terus Berlanjut
Penyaluran KUR Naik Signifikan sejak “New Normal”, Airlangga Harap Terus Berlanjut
Golkar Membangun Indonesia
Dorong
Dorong "Cost" Digitalisasi Murah, Airlangga Ingin Harga Smartphone Makin Terjangkau
Golkar Membangun Indonesia
Bangun Food Estate Tahap 1, Airlangga: Pemerintah Siapkan Lahan 30.000 Hektare
Bangun Food Estate Tahap 1, Airlangga: Pemerintah Siapkan Lahan 30.000 Hektare
Golkar Membangun Indonesia
Atasi Dampak Pandemi, Pemerintah Siapkan Jaring Pengaman Ekonomi Rp 226,7 Triliun
Atasi Dampak Pandemi, Pemerintah Siapkan Jaring Pengaman Ekonomi Rp 226,7 Triliun
Golkar Membangun Indonesia
Ketum Golkar Apresiasi Dukungan Demokrat terkait Kebijakan Pemerintah Tangani Covid-19
Ketum Golkar Apresiasi Dukungan Demokrat terkait Kebijakan Pemerintah Tangani Covid-19
Golkar Membangun Indonesia
Bersama DPP Partai Golkar, Pimpinan Ormas Tri Karya Bahas Kebijakan New Normal
Bersama DPP Partai Golkar, Pimpinan Ormas Tri Karya Bahas Kebijakan New Normal
Golkar Membangun Indonesia
Inilah Berbagai Upaya Pemerintah untuk Perbaiki Ekonomi Pascapandemi
Inilah Berbagai Upaya Pemerintah untuk Perbaiki Ekonomi Pascapandemi
Golkar Membangun Indonesia
Meutya Hafid Imbau Jurnalis Buat Berita Positif Penanganan Covid-19
Meutya Hafid Imbau Jurnalis Buat Berita Positif Penanganan Covid-19
Golkar Membangun Indonesia
Dianggap Mampu Kendalikan Covid-19, Gubernur Lampung Dapat Pujian dari Airlangga
Dianggap Mampu Kendalikan Covid-19, Gubernur Lampung Dapat Pujian dari Airlangga
Golkar Membangun Indonesia
Yanti Airlangga: Keluarga Sehat, Negara Kuat
Yanti Airlangga: Keluarga Sehat, Negara Kuat
Golkar Membangun Indonesia
Airlangga: Transformasi Ekonomi Pasca-pandemi Butuh Teknologi Informasi
Airlangga: Transformasi Ekonomi Pasca-pandemi Butuh Teknologi Informasi
Golkar Membangun Indonesia
Airlangga Siap Tampung Keluhan UMKM Terkait Relaksasi Subsidi Bunga
Airlangga Siap Tampung Keluhan UMKM Terkait Relaksasi Subsidi Bunga
Golkar Membangun Indonesia
Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Siapkan Rp 35,28 Triliun untuk Subsidi Bunga UMKM
Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Siapkan Rp 35,28 Triliun untuk Subsidi Bunga UMKM
Golkar Membangun Indonesia
Penyaluran Bansos Libatkan Penegak Hukum, Airlangga: Kalau Ada yang Macam-macam Akan
Penyaluran Bansos Libatkan Penegak Hukum, Airlangga: Kalau Ada yang Macam-macam Akan "Digigit"
Golkar Membangun Indonesia