Airlangga Paparkan Langkah Pemerintah untuk Cegah Perekonomian RI Minus pada Akhir Tahun

Inadha Rahma Nidya
Kompas.com - Sabtu, 4 Juli 2020
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto di Jakarta, Kamis (3/10/2018)KOMPAS.com/ Putri Syifa Nurfadilah Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto di Jakarta, Kamis (3/10/2018)

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan, sejauh ini Indonesia sudah mengalami krisis sebanyak 3 kali, yaitu pada 1998, 2004-2005, dan 2008. Krisis tersebut disebabkan dan diselesaikan dengan cara yang berbeda-beda.

Kini, Indonesia kembali mengalami krisis karena pandemi Covid-19. Menurut Airlangga, krisis kali ini menyerang human capital serta supply dan demand shock, yang berdampak pada penurunan ekonomi, peningkatan pengangguran, dan kenaikan kemiskinan.

Airlangga pun memprediksi, pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi mengalami minus. Ini karena penerapan pembatasan sosial berskala nasional (PSBB) yang menyebabkan perekonomian lumpuh sementara.

Baca juga: Ekonomi RI Diprediksi Terkontraksi 5,1 Persen di Kuartal II 2020

Airlangga berharap, minus tersebut tidak terulang pada kuartal III dan IV, yang termasuk pada akhir tahun.

Untuk mencapai hal tersebut, Airlangga melanjutkan, pemerintah melakukan beberapa upaya antara lain program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), exit strategy atau pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan normal baru, serta reset dan transformasi ekonomi.

Di luar rencana itu, Airlangga mengatakan, saat ini pemerintah juga berupaya menumbuhkan perekonomian melalui sektor yang tidak terlalu terdampak dan masih berada pada kondisi positif, seperti makanan, minuman, rokok dan tembakau, batu bara, farmasi dan kesehatan, serta kelapa sawit.

Meski begitu, pada 2020 pemerintah masih memprioritaskan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca juga: UMKM Jadi Prioritas Ekspansi Kredit Rp 90 Triliun Bank Himbara

“Pemerintah telah menyiapkan dana untuk subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) UMKM. Hingga Minggu (31/5/2020), sudah ada 1.449.570 debitur yang mendapat tambahan subsidi bunga KUR,” kata Airlangga, dalam diskusi Pemulihan Ekonomi Indonesia yang digelar melalui Zoom, Jumat (3/7/2020).

Airlangga menambahkan, saat ini pemerintah juga tengah melakukan upaya peningkatan ekonomi melalui urban development.

Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan demand semen, baja, kabel, dan kebutuhan lainnya, yang nantinya akan memberikan multiplier effect pada perekonomian nasional.

Integrasi dan konektivitas

Penulis buku “Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia” Darmawan Prasodjo yang juga hadir dalam diskusi lewat Zoom itu, menyetujui upaya yang dikatakan Airlangga.

Menurutnya, saat ini ujung tombak perekonomian Indonesia terdapat pada integrasi dan konektivitas.

Buktinya, penjualan tenaga listrik di Provinsi Lampung tumbuh 10,08 persen setelah jalan tol di Sumatera dibangun.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia sekaligus pengamat ekonomi Ari Kuncoro mengatakan, langkah yang diambil pemerintah sudah tepat. Hanya saja belum maksimal.

Baca juga: Periode Transisi Normal Baru, Lalin di Jalan Tol Meningkat

Ari memaparkan, perekonomian adalah pertemuan antara produksi dan permintaan. Namun karena Covid-19 mengurangi pertemuan fisik, maka produksi dan permintaan pun berkurang. Maka dari itu, dibutuhkan pihak yang mengetahui kondisi lapangan.

“Dibutuhkan pihak yang memahami kebutuhan konsumen, bisa Kementerian BUMN atau Kementerian Desa, Pembangungan Daerah Tertinggal, dan Imigrasi. Mereka tahu pemetaan,” kata Ari.

Ari mencontohkan, pada kuartal III ini sektor pertanian dalam kondisi baik. Pemerintah pun harus melihat hal tersebut dan menghubungkannya dengan kebutuhan masyarakat.

“Dapat dilihat saat ini masyarakat belum membutuhkan barang elektronik atau manufaktur. Permintaannya berada pada kebutuhan basic seperti pangan,” kata Ari.

Baca juga: Pemerintah: Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Kehidupan Belum Normal Seperti Dulu

Meski begitu, Ari mengatakan, yang bisa memutus mata rantai Covid-19 dan menjadi penyelamat perekonomian Indonesia adalah vaksin.

“Harus ada kesabaran, serta konsep buka tutup hingga vaksin ditemukan,” kata Ari.

Senada dengan Ari, Airlangga pun mengatakan hal serupa. Maka dari itu, saat ini pemerintah telah menyediakan super tax deduction untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.

“Siapa pun yang menemukan vaksin, Indonesia berharap dapat melakukan co-production secepatnya,” kata Airlangga.

PenulisInadha Rahma Nidya
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Menko Airlangga Yakin Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Sama Penting
Menko Airlangga Yakin Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Sama Penting
Golkar Membangun Indonesia
Ketua Komisi II DPR RI Minta Penyelenggara dan Paslon Pilkada Perhatikan Protokol Kesehatan
Ketua Komisi II DPR RI Minta Penyelenggara dan Paslon Pilkada Perhatikan Protokol Kesehatan
Golkar Membangun Indonesia
Hasil Survei SMSI Buktikan Pemerintahan Jokowi Didukung Penuh Rakyat
Hasil Survei SMSI Buktikan Pemerintahan Jokowi Didukung Penuh Rakyat
Golkar Membangun Indonesia
Indonesia Butuh Banyak Lembaga Riset untuk Berdayakan Plasma Nutfah
Indonesia Butuh Banyak Lembaga Riset untuk Berdayakan Plasma Nutfah
Golkar Membangun Indonesia
Anggota Komisi VI DPR: Dibanding India dan Filipina, Kondisi Demokrasi Indonesia Lebih Baik
Anggota Komisi VI DPR: Dibanding India dan Filipina, Kondisi Demokrasi Indonesia Lebih Baik
Golkar Membangun Indonesia
Airlangga: Pemerintah Fokus Akselerasi Realisasi Anggaran Program Strategis Penanganan Covid-19
Airlangga: Pemerintah Fokus Akselerasi Realisasi Anggaran Program Strategis Penanganan Covid-19
Golkar Membangun Indonesia
Wakil Ketua DPR Respon Positif 8 Tuntutan Gerakan Moral KAMI
Wakil Ketua DPR Respon Positif 8 Tuntutan Gerakan Moral KAMI
Golkar Membangun Indonesia
Juli 2020 Perdagangan RI Surplus 3,26 Miliar Dollar AS, Airlangga: Ini Tertinggi dalam 9 Tahun
Juli 2020 Perdagangan RI Surplus 3,26 Miliar Dollar AS, Airlangga: Ini Tertinggi dalam 9 Tahun
Golkar Membangun Indonesia
Golkar Resmi Dukung Bobby di Pilwakot Medan, Airlangga: Bobby Punya Kompetensi
Golkar Resmi Dukung Bobby di Pilwakot Medan, Airlangga: Bobby Punya Kompetensi
Golkar Membangun Indonesia
Ketua Fraksi Nasdem Nilai Omnibus Law Jadi Solusi Hadapi Krisis Ekonomi
Ketua Fraksi Nasdem Nilai Omnibus Law Jadi Solusi Hadapi Krisis Ekonomi
Golkar Membangun Indonesia
Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
Resmikan Program KiosMU, Airlangga: UMKM Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
Golkar Membangun Indonesia
5 Upaya Pemerintah Kembalikan Pertumbuhan Perekonomian Nasional
5 Upaya Pemerintah Kembalikan Pertumbuhan Perekonomian Nasional
Golkar Membangun Indonesia
PIlkada Bisa Dongkrak Perekonomian, Airlangga: Perputaran Uang Capai Rp 35 Triliun
PIlkada Bisa Dongkrak Perekonomian, Airlangga: Perputaran Uang Capai Rp 35 Triliun
Golkar Membangun Indonesia
Ketua IIPG Minta Perempuan Golkar Aktif di Medsos Publikasikan Programnya
Ketua IIPG Minta Perempuan Golkar Aktif di Medsos Publikasikan Programnya
Golkar Membangun Indonesia
Menko Airlangga Paparkan Strategi Kebijakan Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
Menko Airlangga Paparkan Strategi Kebijakan Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
Golkar Membangun Indonesia