Jelang Pemilu 2024, Lamhot Sinaga Bicara soal Koalisi dan Terobosan KIB

Erlangga Satya Darmawan
Kompas.com - Minggu, 5 Juni 2022
Lamhot Sinaga berbicara soal terobosan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).Dok. Partai Golkar Lamhot Sinaga berbicara soal terobosan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

KOMPAS.com - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Fraksi Partai Golongan Karya ( Golkar) Lamhot Sinaga berbicara soal terobosan Koalisi Indonesia Bersatu ( KIB) dalam diskusi publik bertajuk “Menakar Arah Koalisi 2024” yang digelar Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN) Jakarta, Sabtu (4/6/2022).

Acara tersebut turut dihadiri oleh beberapa narasumber. Selain Lamhot, ada pula pengamat politik Gungun Heryanto, dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mabruri.

Lamhot mengatakan, koalisi antarpartai merupakan sebuah keharusan. Sebab, selain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), katanya, tidak ada satu pun partai yang bisa mengusung calon presiden (capres) sendiri tanpa koalisi.

Baca juga: Partai Golkar, PAN dan PPP Tanda Tangani Nota Kesepahaman KIB

“Hari ini juga ada deklarasi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan teman teman Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) di tempat lain. Ibaratnya, kami pacaran dulu dan pada 2023 nanti tunangan. Insya Allah menuju 2024, kami nikah untuk kemenangan ( pemilu) 2024,” ujar Lamhot dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (5/6/2022).

Lamhot menambahkan, masih diperlukan musyawarah lebih lanjut terkait pemilihan capres dan calon wakil presiden (cawapres) dari pihak-pihak yang telah disebutkan olehnya.

“Butuh waktu untuk mengomunikasikannya. Paling tidak, hari ini KIB resmi pacaran. Pasca terbentuknya KIB, kami bangun terus komunikasi dengan PAN dan PPP. Ibaratnya, kami itu pacaran dulu sebelum memilih calon pengantin yang akan diusung,” kata Lamhot.

Baca juga: Airlangga Ingin Ulang Kemenangan Golkar Saat Dipimpin Akbar Tanjung di Jabar

Terkait hasil survei capres dan cawapres dari beberapa lembaga, lanjut Lamhot, pihaknya meyakini hasil tersebut bukan patokan. Menurutnya, hal itu masih terlalu dini untuk diyakini.

“Capres dengan elektabilitas tinggi belum tentu dapat tiket 2024. Kami dari Partai Golkar akan yakin setelah pasangan capres dan cawapres ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kami akan mengusung Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto. Penetapan KPU akan mengubah konstelasi dan elektabilitas Airlangga naik drastis,” ucap Lamhot.

Lamhot meyakini, siklus politik pada 2024 akan kembali kepada Partai Golkar. Tak hanya itu, Airlangga juga ia yakini akan menjadi Presiden RI selanjutnya.

Baca juga: Saat Golkar-PAN-PPP Jawa Barat Tunjukkan Kemesraannya...

Dalam kesempatan yang sama, Mabruri mengatakan, PKS tidak akan terburu buru dalam menentukan arah koalisi.

Namun, pihaknya berharap terbentuk tiga poros dalam konstelasi untuk menghindari polarisasi di masyarakat.

“Semua masih dinamis. Pada 2019, kami juga menentukan arah koalisi di menit akhir,” kata Mabruri.

Senada dengan Mabruri, Gungun berharap, ada tiga poros pada Pemilu 2024.

Baca juga: Kisah Persahabatan Prabowo-Surya Paloh, Romantisme Alumni Golkar, dan Kans Politik 2024

“Prediksi saya, tiga poros tersebut kemungkinan (adalah) KIB, poros Gerindra dan PDIP, serta poros Partai Nasional Demokrat (Nasdem), PKS, dan Partai Demokrat (PD). Posisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan swing pada salah satu poros,” ujar Gungun.

Selain itu, tambah Gungun, ada tiga faktor yang menentukan dinamika politik nasional ke depan.

Pertama, figur. Kedua, dinamika internal dan eksternal partai. Hal ini masih terjadi di PDIP. Adapun sosok Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, diprediksi akan menjadi game changer. Ketiga, public accepted atau penerimaan publik,” tuturnya.

PenulisErlangga Satya Darmawan
EditorSri Noviyanti
Terkini Lainnya
Anggota Komisi XI Sebut Ada Indikasi Konflik Kepentingan di IPO GoTo oleh Telkomsel, Minta OJK Selidiki
Anggota Komisi XI Sebut Ada Indikasi Konflik Kepentingan di IPO GoTo oleh Telkomsel, Minta OJK Selidiki
Golkar Membangun Indonesia
Jelang Pemilu 2024, Lamhot Sinaga Bicara soal Koalisi dan Terobosan KIB
Jelang Pemilu 2024, Lamhot Sinaga Bicara soal Koalisi dan Terobosan KIB
Golkar Membangun Indonesia
Dedi Mulyadi Heran Pemerintah Tak Bertindak Cepat Atasi Kenaikan Harga Kedelai
Dedi Mulyadi Heran Pemerintah Tak Bertindak Cepat Atasi Kenaikan Harga Kedelai
Golkar Membangun Indonesia
Dinilai Layak Maju Pilgub Jabar 2024, Dedi Mulyadi Enggan Dikaitkan dengan Elektabilitas
Dinilai Layak Maju Pilgub Jabar 2024, Dedi Mulyadi Enggan Dikaitkan dengan Elektabilitas
Golkar Membangun Indonesia
Temukan Toko Jual Pil Eksimer dan Ciu di Purwakarta, Dedi Mulyadi
Temukan Toko Jual Pil Eksimer dan Ciu di Purwakarta, Dedi Mulyadi "Ngamuk"
Golkar Membangun Indonesia
Jerat Tikus Listrik di Sragen Makan Banyak Korban, Dedi Mulyadi Minta Kementan Cari Solusi
Jerat Tikus Listrik di Sragen Makan Banyak Korban, Dedi Mulyadi Minta Kementan Cari Solusi
Golkar Membangun Indonesia
Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak
Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak
Golkar Membangun Indonesia
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis
Golkar Membangun Indonesia
KPPG Maknai Hari Ibu lewat Peran Perempuan di Bidang Politik
KPPG Maknai Hari Ibu lewat Peran Perempuan di Bidang Politik
Golkar Membangun Indonesia
Menko Airlangga Yakin Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Sama Penting
Menko Airlangga Yakin Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Sama Penting
Golkar Membangun Indonesia
Ketua Komisi II DPR RI Minta Penyelenggara dan Paslon Pilkada Perhatikan Protokol Kesehatan
Ketua Komisi II DPR RI Minta Penyelenggara dan Paslon Pilkada Perhatikan Protokol Kesehatan
Golkar Membangun Indonesia
Hasil Survei SMSI Buktikan Pemerintahan Jokowi Didukung Penuh Rakyat
Hasil Survei SMSI Buktikan Pemerintahan Jokowi Didukung Penuh Rakyat
Golkar Membangun Indonesia
Indonesia Butuh Banyak Lembaga Riset untuk Berdayakan Plasma Nutfah
Indonesia Butuh Banyak Lembaga Riset untuk Berdayakan Plasma Nutfah
Golkar Membangun Indonesia
Anggota Komisi VI DPR: Dibanding India dan Filipina, Kondisi Demokrasi Indonesia Lebih Baik
Anggota Komisi VI DPR: Dibanding India dan Filipina, Kondisi Demokrasi Indonesia Lebih Baik
Golkar Membangun Indonesia
Airlangga: Pemerintah Fokus Akselerasi Realisasi Anggaran Program Strategis Penanganan Covid-19
Airlangga: Pemerintah Fokus Akselerasi Realisasi Anggaran Program Strategis Penanganan Covid-19
Golkar Membangun Indonesia