Hadapi Gejolak Pasar Saham, Said Abdullah Usulkan Strategi Komunikasi hingga Kolaborasi Internasional

Kompas.com - 18/03/2025, 15:55 WIB
Dwi NH,
Inang Sh

Tim Redaksi

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah.DOK. Istimewa Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah.

KOMPAS.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah memberikan lima saran strategis untuk menghadapi gejolak pasar saham dan menjaga stabilitas pasar keuangan Indonesia.

Pertama, tingkatkan komunikasi publik. Pemerintah dan otoritas terkait perlu memperbaiki komunikasi publik dengan cara yang lebih simpatik dan dialogis,” katanya melalui siaran pers, Selasa (18/3/2025).

Hal itu disampaikan Said menyusul penurunan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sehingga membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan transaksi selama 30 menit akibat mayoritas saham mengalami penurunan hingga 5 persen.

Selain itu, ia menekankan pentingnya melibatkan pengusaha besar dan tokoh internasional, seperti Ray Dalio yang saat ini berada di Danantara, untuk berkontribusi dalam mendukung stabilitas pasar keuangan.

"Akan lebih baik lagi jika RI Prabowo Subianto bersedia turun tangan langsung dan mengajak mitra bisnis internasionalnya untuk memperkuat pasar saham Indonesia," ucap Said.

Baca juga: 5 Startup Terpilih Jadi Mitra Bisnis Ekosistem Grup Bank Mandiri

Kedua, tunjukkan reformasi fiskal yang berkelanjutan. Said berharap, pemerintah mampu meyakinkan investor bahwa reformasi fiskal yang dilakukan dapat menjamin keberlanjutan fiskal jangka panjang.

"Hal tersebut dilakukan untuk menjaga daya tarik Surat Utang Negara (SUN) sebagai instrumen investasi," ucap Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bidang Sumber Daya itu.

Ketiga, hindari overreaction otoritas bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Said meminta otoritas BEI dan OJK untuk tidak bereaksi berlebihan, yang dapat memicu aksi jual lebih luas di pasar saham. 

“OJK dan BEI diharapkan mencermati perkembangan pasar dalam satu hingga dua hari ke depan,” imbuhnya.

Baca juga: Apa Itu Trading Halt? Ini Pengertian dan Aturannya di Pasar Saham

Keempat, perluas basis investor ritel dan produk syariah. Said menyarankan OJK dan BEI memperluas basis investor ritel serta memperbanyak inovasi produk keuangan berbasis syariah untuk memperkuat pasar saham domestik. 

Kelima, hindari kepanikan dari pihak non-otoritas. Said mengimbau pihak yang tidak memiliki kewenangan terhadap otoritas bursa tidak mengambil langkah yang dapat memicu kepanikan pasar.

“Langkah yang tidak tepat justru semakin menimbulkan perhatian dan reaksi berlebihan dari para pelaku pasar,” ucapnya.

IHSG turun hingga 15,2 persen

Berdasarkan perhitungan year-to-date (YTD), IHSG turun hingga ke posisi Rp 6.076,08 atau sebesar 15,2 persen. Dibandingkan dengan negara-negara peers, penurunan IHSG tergolong cukup signifikan. 

“Bahkan, bursa Indonesia masih berada di zona merah hingga saat ini. Kondisi ini menambah kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan domestik,” ucapnya.

Said menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi pertama perdagangan hingga Selasa (18/3/2025) pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), melemah ke posisi Rp 16.465 per dolar AS. 

Secara YTD, kata Said, penurunan nilai tukar rupiah sebesar 1,1 persen masih dianggap dalam batas wajar. 

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Kebijakan Trump Sebabkan Nilai Tukar Rupiah Melemah

Meski demikian, ia meminta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memberikan respons yang tepat guna menenangkan pasar.

“Di luar pasar saham dan pasar keuangan, sektor perdagangan Indonesia menunjukkan indikator yang positif,” imbuh Said. 

Data BPS Februari 2025 menunjukkan nilai ekspor mencapai 21,98 miliar dollar AS, naik 2,58 persen dibandingkan Januari 2025 dan 14,05 persen dibanding Februari 2024. 

Secara kumulatif, nilai ekspor Januari–Februari 2025 mencapai 43,41 miliar dollar AS, meningkat 9,16 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Neraca perdagangan Februari 2025 juga mencatatkan surplus sebesar 3,12 miliar atau sekitar Rp 51,07 triliun,” ujar Said.

Baca juga: Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Meningkat Secara Tahunan Jadi 3,12 Miliar Dollar AS

Sementara itu, indeks Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia versi S&P Global meningkat dari 51,9 pada Januari 2025 menjadi 53,6 pada Februari 2025.

Said menyampaikan, situasi tersebut memerlukan kebersamaan seluruh pihak untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. 

Terkini Lainnya
Said Abdullah Bagikan Paket Lebaran kepada WBP Rutan Kelas IIB Sumenep
Said Abdullah Bagikan Paket Lebaran kepada WBP Rutan Kelas IIB Sumenep
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Hadapi Gejolak Pasar Saham, Said Abdullah Usulkan Strategi Komunikasi hingga Kolaborasi Internasional
Hadapi Gejolak Pasar Saham, Said Abdullah Usulkan Strategi Komunikasi hingga Kolaborasi Internasional
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Soal Gugatan Ketum Parpol di MK, Said Abdullah: Pengakuan dari Negara untuk Hormati Parpol
Soal Gugatan Ketum Parpol di MK, Said Abdullah: Pengakuan dari Negara untuk Hormati Parpol
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai dengan Strategi Inklusif
Said Abdullah Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai dengan Strategi Inklusif
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Soal Isu Kelangkaan LPG 3 Kg, Ini 5 Saran Said Abdullah
Soal Isu Kelangkaan LPG 3 Kg, Ini 5 Saran Said Abdullah
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
PDI-P Tetap di Luar Pemerintahan Meski Mega dan Prabowo Bertemu, Said Abdullah: Bukan Politik Dagang Sapi
PDI-P Tetap di Luar Pemerintahan Meski Mega dan Prabowo Bertemu, Said Abdullah: Bukan Politik Dagang Sapi
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
HUT PDI-P, Said Abdullah Paparkan 2 Pesan Megawati Soekarnoputri
HUT PDI-P, Said Abdullah Paparkan 2 Pesan Megawati Soekarnoputri
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Dituding Lakukan Politik Uang di Sumenep, Said Abdullah: Itu Sesat Pikir
Dituding Lakukan Politik Uang di Sumenep, Said Abdullah: Itu Sesat Pikir
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,1 persen pada 2025, Said Abdullah Paparkan 6 Tantangannya
Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,1 persen pada 2025, Said Abdullah Paparkan 6 Tantangannya
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah Ungkap Cara Tingkatkan Kontribusi Koperasi ke Ekonomi Nasional
Said Abdullah Ungkap Cara Tingkatkan Kontribusi Koperasi ke Ekonomi Nasional
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Hasto Tersangka KPK, Said Abdullah: Semoga Tidak Jadi Pengadilan Opini
Hasto Tersangka KPK, Said Abdullah: Semoga Tidak Jadi Pengadilan Opini
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Parpol Saling Kritik soal PPN 12 Persen, Said Abdullah Jelaskan Awal Mula Penyusunan UU HPP
Parpol Saling Kritik soal PPN 12 Persen, Said Abdullah Jelaskan Awal Mula Penyusunan UU HPP
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah: Pemerintah Perlu Siapkan Mitigasi Komprehensif Dampak Kenaikan PPN 12 Persen
Said Abdullah: Pemerintah Perlu Siapkan Mitigasi Komprehensif Dampak Kenaikan PPN 12 Persen
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Rapat dengan 7 Menko, Said Abdullah Dukung Rencana Anggaran yang Disampaikan
Rapat dengan 7 Menko, Said Abdullah Dukung Rencana Anggaran yang Disampaikan
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Jelang Pilkada Serentak, Said Abdullah Yakini Pilkada Jatim Bakal Demokratis dan Jurdil
Jelang Pilkada Serentak, Said Abdullah Yakini Pilkada Jatim Bakal Demokratis dan Jurdil
PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Bagikan artikel ini melalui
Oke